Sepenggal Kisah CPNS 2018 (Part 1)



(source : google)

Zaman sekarang, pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih sangat diminiati oleh banyak orang, tapi menurut cerita yang sering saya dengar, sebenarnya bukan keinginan sang anak melainkan keinginan orang tua.

Well, dalam postingan ini aku akan menceritakan perjalanan tes sekaligus memberi masukan bagi teman-teman yang akan mengikuti tes CPNS. Semoga bermanfaat dan membantu.
Hal-hal yang akan aku bagikan adalah pengalaman pribadi aku, mungkin akan ada perbedaan dengan cerita yang pernah kalian dengarkan. Oh iya, ini aku daftar di Kementerian Hukum dan HAM RI.

Lets go!

1. Seleksi Administrasi.
Ini seleksi tahap awal, dokumen yang kalian upload di website sscn akan dicek oleh tim verifikator Jika persyaratan kalian sudah lengkap dan sesuai yang diminta maka dipastikan lolos ke tahap selanjutnya karena tidak ada pembatasan kuota untuk lanjut ke tahap SKD.
Jadi, baca benar-benar persyaratan yang diminta dan jika ada yang tidak jelas bisa ditanyakan ke layanan call center atau media sosial di instansi yang kamu daftar.

Saat kalian dinyatakan lolos seleksi administrasi, aku berharap kalian membaca informasi terkait SKD, baik itu waktu pelaksanaan, berkas yang harus dibawa dan tata cara berpakaian. Kebetulan tahun ini aku jadi panitia seleksi dan 3 hal penting masih saja diabaikan oleh peserta, ada yang datang terlambat, ada yang datang tidak membawa KTP dan ada yang datang menggunakan jeans hitam.

Jadi, jangan lupa baca ketentuan dengan baik ya!

2. Tes SKD
Tahapan kedua adalah Seleksi Kemampuan Dasar, yang berhak mengikuti tes SKD adalah peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tes ini terdiri dari 3 soal yaitu TWK (wawasan kebagsaan), TIU (intelegensi umum), TKP (karakteristik kepribadian). Pengerjaan soal bersifat komputerisasi yaitu CAT. Dalam tes ini peserta harus lolos passing grade untuk masing-masing tes, setiap tahun nilai passing grade bisa saja berubah jadi wajib cari info ya! Tes ini terdiri dari 100 soal dengan waktu pengerjaan 90 menit dan tidak ada sistem minus, jadi kalau bisa semua soal dijawab yah, kan siapa tau benar hehehehe.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jika saat tes nilai kalian lolos passing grade jangan langsung berbahagia dulu karena masih harus menunggu pe-ranking-an yang akan dilakukan. Jika kalian lolos pe-ranking-an barulah kalian boleh ikut Tes SKB. 
Gimana sih cara menentukannya? Yang berhak ikut SKB adalah peserta yang termasuk 3x kuota. Contohnya formasi A dibutuhkan 3 orang, maka yang berhak lanjut ke tahap SKB adalah 3 x 3 = 9. Berati ranking 1 - 9 yang berhak untuk lanjut.
Untuk pengumuman pe-ranking-an biasanya 2-3 minggu, tapi jika belum ada ya harap ditunggu aja ya, pantau terus website resmi instansi tempat kalian mendaftar, jangan sampai kehilangan informasi.

Saran dari aku banyak-banyak belajar soal yah. Kalau ditanya beli buku gak? Aku dengan bangga akan menjawab, "TIDAK". Kenapa? Karena aku lebih memilih belajar soal melalui telegram. Aku gabung ke beberapa group untuk belajar soal. Menurutku soal-soal di group lebih variatif daripada yang di buku, kalau ada hal yang tidak dimengerti pun aku biasa tanya dan nanti dijelaskan oleh anggota group yang memang lebih paham. Pokoknya asik deh!
Selama Tes SKD jangan lupa waktu yah, kamu harus pintar membagi waktu supaya setiap soal dapat dikerjakan. 

3. Tes SKB
Tahapan ketiga adalah Seleksi Kemampuan Bidang, tes ini menyesuaikan dengan formasi yang didaftar dan biasanya untuk SKB banyak yang bingung harus belajar darimana. Jadi saran ku adalah bahan materi yang dipelajari disesuaikan dengan formasi yang di daftar, contohnya aku daftar analis perencanaan, soalnya seputar perencanaan, selain itu pelajari juga sekilas tentang institusi yang kamu daftar, seperti visi-misi, nilai organisasi, struktur organisasi, dsb.
Tes SKB ini aku sarankan untuk belajar sehingga dapat nilai yang tinggi karena mengambil 60% dalam akumulasi nilai. 

Pengalaman aku kemarin, Puji Tuhan nilai SKB ku tinggi walaupun tidak terlalu tinggi maka aku bisa mengalahkan teman-teman yang nilai SKDnya tinggi tapi nilai SKBnya rendah, ini sangat membantu aku. 

Tes SKB tidak akan memangkas peserta untuk masuk ke tahap wawancara, seluruh peserta yang lolos SKB akan dipastikan ikut ke tahapan berikutnya yaitu wawancara. Maka, selain belajar soal harus persiapkan diri untuk wawanara ya.

4. Wawancara
Tahapan berikutnya adalah wawancara, tahapan ini bukan hanya sekedar wawancara, pewawancara pasti akan menanyakan prestasi apa yang sudah kamu dapatkan atau adakah bakat/keahlian tertentu yang kamu miliki. Pertanyaan wawancara seperti pada umumnya, tapi karena ini dibidang pemerintahan maka akan ditanyain perpektif kalian  tentang Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dsb. Saran aku kalau menjawab jangan yang muluk-muluk dan bertele-tele yah!

Terkait prestasi/bakat kalian bisa menampilkan secara langsung di depan pewawancara dan menunjukkan bukti berupa sertifikat atau piagam terkait pencapaian kalian.

Kalau aku kemarin menunjukkan tulisan ku yang sudah di pos di koran kompas dan menjadi kontributor sebagai penulis di majalah kampus, selain ini pewawancara juga mengajak berbincang dalam bahasa Inggris, singkat saja, hanya ingin mengetahui apakah saya pandai berbahasa Inggris atau tidak. Kemarin yang wawancara aku adalah eselon 2, satu berasal dari kantor pusat dan satu lagi pejabat di kantor wilayah.

Oiya, sedikit sombong dan membanggakan diri, nilai wawancara ku peringkat 3 loh! 😊


5. Tes Kesehatan
Tahapan berikutnya tes kesehatan, ini tahapan yang bikin gambling sebenarnya karena belum ada pengumuman kita harus tes kesehatan. Tes  kesehatan harus dilakukan di rumah sakit pemerintah, yang dites cuman tes kesehatan, tes narkoba dan tes kejiwaan, kemarin bayar sekitar Rp. 500.000 lebih (lupa tepatnya berapa). 

Sekali lagi, telegram membantu ku. Di telegram ada quick qount yang dilakukan oleh teman-teman di group yang membantu mengumpulkan nilai dari seluruh provinsi dan hasilnya akhirnya aku masuk kuota, makanya aku dengan percaya diri melakukan tes kesehatan. Oiya, saat itu banyak peserta yang melakukan tes kesehatan maka hasil lab dan hasil kejiwaan keluarnya cukup lama dan itu membuat deg-degan.

6. Pemberkasan
Yeah! Puji Tuhan. Hasil quick qount yang diadakan teman-teman di telegram sangat akurat dan memang nilainya sama tidak ada yang berubah dan akhirnya bisa berlanjut deh ke tahapan terakhir yaitu pemberkasan.
Tahapan ini hanya memenuhi berkas-berkas saja, tapi tetap harus teliti dan jangan sampai ada berkas yang tidak dimiliki, Persyaratan pemberkasan tiap tahun bisa berubah-berubah maka siapkan saja sedari awal persyaratan yang mungkin diperlukan mengacuh pada pemberkasan tahun lalu. Waktu pemberkasan sangat sebentar, seingat ku hanya 3 hari jadi lakukan secepat mungkin kalau berkas mu sudah lengkap ya!

Whoa.. panjang juga.
Segitu dulu cerita untuk proses seleksi CPNS, akan ada part 2 yang akan membahas masa-masa menjalani CPNS hingga diangkat menjadi PNS.
Stay tune!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kisah CPNS 2018 (Part 2)

Mind Your Own Business

Nikah Muda. Yeay or Nay?