Mind Your Own Business

(source : google.com)

Kalau ada yang bertanya hal apa yang paling gak lo suka? Gue dengan lantang akan bilang kalau gue gak suka urusan pribadi (ranah private) gue diganggu sama orang lain, since I do keep my life privately. I mean, gue mungkin orang yang terlihat sangat extrovert, gue gampang berbagi tawa dengan banyak orang, gue gampang akrab dengan banyak orang, gue berisik ketika di tongkrongan, tapi kalau teman-teman gue sadari, mereka mungkin mengenali gue dari luar aja, they don't even know me. 

Sikap seperti ini gue rasa udah tumbuh sejak SMA kemudian berlanjut saat kuliah dan hingga sekarang. Gue adalah penganut paham my life is my choice, don't disturb me and also self love. Bagi gue, gue gak pernah mau mengumbar bagaimana kehidupan gue seperti permasalahan gue, kesedihan gue, kelemahan gue, bahkan mungkin kebahagiaan dan pencapaian gue (walaupun kadang sesekali gue share). Kenapa? Gue merasa bahwa gak semua orang bisa gue percayai untuk mendengar keluh kesah gue dan gak semua orang bahagia mendengar cerita bahagia gue, tak jarang orang-orang malah memanfaatkan cerita lo (ntah cerita baik atau buruk). Kalaupun gue akhirnya memilih untuk bercerita, percayalah bahwa hanya orang-orang terpilih versi gue yang bisa mendengar cerita gue, bahkan untuk beberap hal tertentu gue hanya cerita ke Tuhan.

Terus gimana kalau tiba-tiba ada yang menyenggol ranah privasi gue? Gue marah. Iya gue pasti marah, tapi bukan dengan cara ngamuk-ngamuk atau dobrak meja atau sejenisnya. 

Suatu hari, seorang teman bercanda sembari berteriak ke arah gue, "yah daripada elo, jomblo gak punya cowok", kemudian gue jawab, "gpp gak punya pacar, yang penting gue happy dan punya duit". Trus pernah juga ada yang ngomong, "alah.. dia mah gak pernah sibuk, sibuk ngapain coba?", trus gue jawab, "emangnya ngapain harus terlihat sibuk? Apa yang bisa dibanggakan dengan menjadi sibuk?". Pernah juga ada yang memuji gue di depan umum dengan mengatakan, "gue senang curhat sama Fe, soalnya dia bijak banget, tiba-tiba ada yang ngomong, "kayak dia yang lo bilang bijak? Sini coba gue baca chatnya, dia bijak dimananya", gue dengan kesal langsung jawab, "gak usah liat chat gue, gue gak harus menunjukkan gue bijak di depan semua orang".
Gue gak akan mencak-mencak atau marah-marah gak jelas, tapi pasti akan gue balas dengan kata-kata yang sedikit pedes, mungkin.

Well, untuk beberapa orang, mungkin hal-hal seperti ini dianggap biasa aja, mungkin beberapa orang bakal ngatain gue gak santai atau gak bisa diajak bercanda. Tapi bagi gue, hal-hal seperti itu sifatnya ranah privasi gue, misalnya soal pasangan hidup, bagi gue bukan sebuah kebanggaan memiliki pasangan hidup, bagaimana kalau memang fokus gue adalah diri sendiri dan orang tua? Jangan samakan tolak ukur/prinsip lo dengan gue. Hal lain misalnya tentang kesibukan, well, gue gak mungkin kan ngasih tau hal-hal apa aja yang gue lakukan? Cukup mengenal gue sebagaimana lo mengenal gue karena gue gak akan ngasih tau hal-hal apa aja yang gue lakuin di luar sana.

Intinya, gue cuman mau bilang, mind your own business, dude!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kisah CPNS 2018 (Part 2)

Nikah Muda. Yeay or Nay?