Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Untittled

Akhir-akhir ini saya sedang malas menggunakan media sosial terutama facebook dan twitter yang menjadi tempat membicarakan tentang politik di negara ini, saya berharap instagram tidak akan terkena virus yang buruk ini. Lebih baik melihat orang-orang pamer di instagram daripada melihat pertikaian bodoh yang terjadi di facebook dan twitter. Kita dapat melihat di media sosial bukan hanya masyarakat biasa yang tidak bersekolah (maaf) tapi juga para elit-elit yang katanya lulusan luar negeri ataupun memiliki gelar akademis sampai S3 bahkan mungkin memiliki gelar profesor sekalipun seakan tidak dapat memilah lagi apa yang harus di tulis ataupun di ungkapkan di media sosial, padahal kita berharap bahwa mereka yang katanya orang berpendidikan harus lebih bijak dan menjadi penengah diantara kisruh yang terjadi, tapi mereka memilih untuk membakar amarah orang-orang awam yang kurang paham mengenai situasi yang terjadi dan membuat situasi semakin tidak kondusif. Tampaknya gelar akademis tidak ...

Tidak ada Keluarga yang Sempurna

Gambar
(source : google) Katakan pada saya siapa yang tidak menginginkan keluarga yang bahagia, keluarga yang harmonis dan keluarga yang dapat dibanggakan kepada semua orang. Katakan pada saya siapa yang menginginkan ayah dan ibu yang sibuk, kakak yang menyebalkan dan adik yang membosankan. Tentu dari kedua pilihan diatas kita semua menginginkan pernyataan yang pertama, namun pada kenyataannya kita seringkali mendapati keluarga kita seperti yang ada di pernyataan kedua dan pada akhirnya kita mulai tidak bersyukur dan menganggap bahwa keluarga teman kita sepertinya lebih baik dan lebih asyik daripada keluarga kita. Seperti kata pepatah "rumput tetangga selalu lebih hijau" . Pikiran kita pada akhirnya membentuk bagaimana keluarga yang baik itu dan pada akhirnya kita merasa kecewa dan tidak bersyukur atas keberadaan keluarga kita. Karena keluarga adalah tempat pertama yang akan mengajarkan kita tentang kehidupan ini. Di paragraf kedua saya menulis "keluarga tem...

Adat, Lingkungan, Keyakinan

Ada yang bilang bahwa karakter seseorang akan selalu di pengaruhi oleh lingkungan dimana dia berada dan pada akhirnya membentuk sebuah keyakinan-keyakinan yang dia yakini dalam menjalani hidupnya. Pernyataan itu mungkin benar, ya sepertinya benar dan saya meyakini hal terebut. Di blog kali ini saya bercerita mengenai pengalaman 3 hal ini yaitu adat, lingkungan dan keyakinan. Saya berasal dari suku Batak, asli Batak karena Ayah saya marga Manurung dan Ibu saya boru Hutapea. Karena Batak menggunakan garis kuturan patrilineal maka saya menyandang boru Manurung di bagian belakang nama saya. Saya seorang Batak yang di tinggal di sebuah kota kecil yaitu Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Daerah ini di dominasi oleh suku Bugis dan orang Batak tidak banyak namun juga tidak sedikit, tapi jangan membayangkan dapat membuat arisan marga karena setidaknya cuman 1 marga 1 keluarga, sehingga arisan yang dibuat adalah arisan keluarga Batak yang dipenuhi oleh berbagai macam marga. Walaupun keluarg...